Recent Comment

26 November 2010

Inilah cara Produksi Sperma Melimpah

Memperhatikan kesehatan sperma sangat penting bagi pasangan yang tengah berencana memiliki buah hati. Sama halnya sel telur, kondisi sperma menentukan tingkat kesuburan.
Salah satu ciri sperma sehat adalah jika jumlahnya mencapai 20 juta per mililiter sperma atau air mani. Demi mempertahankan kesehatan sperma, ada beberapa hal yang perlu Anda tahu, seperti dikutip dari laman Methods Of Healing.
1. Olahraga
Ketika tubuh Anda selalu dalam kondisi yang baik, jumlah kandungan sperma Anda pun akan baik. Mempertahankan kondisi tubuh mudah dilakukan dengan menerapkan olahraga teratur.
2. Ejakulasi
Atur waktu ejakulasi. Tunggu sampai tiga hari untuk ejakulasi lagi. Ejakulasi terlalu sering bisa memperburuk kualitas sperma.
3. Gizi seimbang
Dengan asupan nutrisi yang tepat, seorang pria dewasa bisa memaksimalkan kuantitas sperma. Hindari makanan pedas. Tingkatkan konsumsi sayuran seperti bayam, brokoli, asparagus, dan ganggang laut. Juga buah-buahan seperti tomat, semangka, jambu, dan anggur merah.

4. Air Putih
Tak ada fungsi organ yang berjalan normal saat tubuh kekurangan air. Dalam kondisi dehidrasi akibat kekurangan cairan, produksi hormon penghasil sperma akan terhambat. Takaran ideal, konsumsi air sedikitnya delapan gelas per hari.
5. Pola hidup sehat
Selain asupan nutrisi, kesehatan sperma juga dipengaruhi gaya hidup. Demi kuantitas dan kualitas sperma yang prima, hindari stres, konsumsi rokok dan alkohol. Kebiasan buruk semacam itu bisa merusak kualitas sperma. Pemakaian celana dalam yang terlalu ketat juga memperburuk kualitas sperma.
6. Bercinta di pagi hari
Kebiasaan ini seringkali dijadikan trik untuk mempercepat memiliki momongan. Saat bangun tidur di pagi hari, produksi sperma berada di tingkat tertinggi.
7. Berat badan ideal
Berat badan berlebih bisa memengaruhi kuantitas sperma. Pilih menu-menu diet terbaik yang menunjang perbaikan kualitas kesehatan sperma.
Penurunan jumlah sperma bisa terjadi karena sejumlah alasan. Selain kebiasaan mengenakan celana terlalu ketat, infeksi dalam tubuh juga dapat menurunkan kuantitas dan kualitas sperma. Menjadi penting berkonsultasi dengan dokter karena konsumsi obat-obatan jenis tertentu juga seringkali memengaruhi kualitas sperma. (pet)

25 November 2010

Film Horor Baik Untuk Kejiwaan & Kesehatan Wanita ???


Seperti dikutip dari geniusbeauty, ternyata menonton film bergenre horor atau thriller sangat baik untuk wanita. Beberapa peneliti berpendapat bahwa cerita yang menegangkan memiliki dampak positif untuk psikologi dan membantu wanita mendapatkan pengalaman hidup yang berharga.

Segala hal yang terdapat di dalam cerita seram tersebut jelas tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata, oleh karena itulah film horor tidak bisa membangkitkan situasi traumatis seseorang. Jika Anda merasa ketakutan setelah menonton film horor, itu hanya karena fobia yang berlebihan.




Saat otak bereaksi pada sebuah keadaan yang berbahaya atau menegangkan, otak akan menghasilkan energi tambahan yang diarahkan pada keaktifan neurotransmiter (glutamat, dopamin dan serotonin). Akibatnya, tubuh berada dalam keadaan waspada untuk beberapa waktu.

Selain itu, sinyal ancaman yang melewati hypothalamus (bagian otak yang berkaitan dengan sistem glandular di tubuh) akan menstimulasi kelenjar adrenal untuk memproduksi adrenalin, kemudian menghasilkan opiates, yang ternyata memiliki efek anestesi (pembiusan). Saat reaksi phobic menurun di titik ini, akhir cerita dalam film bisa memberikan pengalaman positif yang adaptif saat wanita menghadapi sebuah situasi serius atau bahaya.

Setelah semua ketegangan dan rasa waspada yang Anda rasakan, satu setengah jam setelah film berakhir, sistem tubuh pun menjadi lebih tenang. Pada saat itulah sistem imun menjadi lebih kuat untuk sementara waktu.



24 November 2010

Merokok Saat Hamil Bisa Bikin Anak Jadi Pelaku Kriminal

Merokok sudah jelas tidak baik untuk kesehatan. Bahkan bila rokok dihisap oleh wanita yang tengah hamil, anak yang dikandungnya berisiko menjadi seorang pelaku kriminal.

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa merokok saat sedang hamil dapat menyebabkan kerusakan pada otak janin yang sedang berkembang, sehingga menempatkan risiko tinggi pada anak untuk menjadi pelaku kriminal jangka panjang.

Pada penelitian ini, tim peneliti menyurvei hampir 4.000 orang dewasa yang berusia antara 33 hingga 40 tahun. Peneliti memeriksa catatan kriminal dan juga informasi mengenai kebiasaan merokok yang dilakukan ibu partisipan selama hamil.



http://overcomingsmokinghabits.com/wp-content/uploads/2010/09/slide2.jpg


Hasilnya, anak-anak yang ibunya perokok berat selama kehamilan adalah yang paling mungkin memiliki catatan kriminal ketika beranjak dewasa.

Para peneliti di Amerika Serikat memandang bahwa faktor-faktor seperti sakit mental dan dan kerusakan otak dapat menempatkan seorang anak menjadi pelaku kriminal di kemudian hari.

Hal ini telah terbukti, bahkan sepertiga orang dewasa yang pernah ditangkap karena kasus kriminal merupakan anak dari seorang ibu yang perokok berat.

"Secara definitif memang tidak mungkin rokok menyebabkan orang menjadi pelaku kriminal, tapi hasil penelitian membuktikan bahwa memang ada hubungan kausal (sebab akibat) sederhana antara keduanya," jelas Dr Angela Paradis dari Harvard School of Public Health, Boston, yang memimpin penelitian, dilansir Dailymail, Selasa (23/11/2010).

Dr Paradis mengatakan ada bukti yang menunjukkan efek biologis nikotin pada jalur neurobehavioural otak yang sedang berkembang.

Paparan asap rokok di rahim dapat membahayakan perkembangan daerah otak yang mempengaruhi perilaku, juga transmisi sinyal kimia penting yang digunakan untuk pemusatan perhatian dan kontrol impuls.


http://www.deathandtaxesmag.com/wp-content/uploads/2010/11/fetussmoking2.jpg


Menurut Dr Paradis, penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa paparan asap rokok di rahim berisiko tinggi menyebabkan anak mengalami gangguan impuls perhatian dan hiperaktif atau ADHD.

"Studi ini menambahkan bukti yang mengaitkan rokok saat hamil dengan temperamen pada bayi, masalah perilaku pada anak-anak dan perilaku antisosial pada saat anak menjadi dewasa," jelas Profesor Kate Pickett dari Department of Health Sciences, University of York.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada Journal of Epidemiology and Community Health.

23 November 2010

Perempuan yang Stres Bekerja Lebih Rentan Sakit Jantung

Perempuan yang memiliki pekerjaan dengan stres tinggi dan memberi sedikit ruang baginya untuk membuat keputusan atau kreativitas mempunyai resiko penyakit jantung -- dan ini bahkan makin buruk bila tertekan berpikir akan kehilangan pekerjaan, menurut penelitian.
Hubungan antara penyakit jantung dan tekanan pekerjaan sudah jelas pada laki-laki, tetapi masih belum jelas apakah hal tersebut berlaku juga pada perempuan, kata Michelle Asha Albert, seorang dokter spesialis jantung di Rumah Sakit Perempuan dan Brigham di Boston.
Mengenai perempuan dan penyakit jantung, para dokter biasanya terfokus pada faktor resiko umum seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol, tetapi dalam penelitian itu, yang dikemukakan dalam pertemuan Asosiasi Jantung Amerika di Chicago pada Selasa, menunjukkan kemungkinan akan menapik faktor stres.
"Kami tidak terfokus telalu banyak pada stres. Stres juga menyebabkan resiko besar yang serupa dengan faktor resiko tambahan lainnya," katanya kepada Reuters Health.
Albert mengepalai tim penelitian itu yang meneliti lebih dari 17.000 pekerja kesehatan perempuan selama 10 tahun terakhir.
Ada 134 kasus serangan jantung, perempuan dengan pekerjaan yang memiliki stres tinggi 88 persen lebih rentan terkena sakit jantung daripada yang perempuan yang jenis pekerjaannya stress rendah. Mereka juga cenderung akan melakukan pengobatan operasi jantung.
Namun ketakamanan pekerjaan -- mencemaskan akan kehilangan pekerjaan -- tidak tampak memiliki pengaruh yang sama.
Meski belum ada data akan keefektifan pengurangan stres, Albert menyarankan perempuan yang tertekan dengan pekerjaannya mencoba meningkatkan aktivitas fisik dan membangun jaringan sosial lebih luas.
"Semua orang harus memikirkan hal ini, tidak hanya perempuan semata," kata Albert

22 November 2010

Benarkah Ponsel Picu Tumor Otak?

Studi terbaru yang menggabungkan data-data terbaik dari studi sebelumnya menunjukkan bahwa gelombang mikro radio pada telepon genggam, atau biasa dikenal dengan istilah telepon selular (ponsel), benar-benar terbukti meningkatkan risiko terkena kanker otak.
Studi independen yang dilakukan oleh institusi pendidikan Apeejay College of Engineering asal India itu juga memastikan bahwa risiko pengguna ponsel aktif lebih besar terserang kanker ataupun tumor otak dibandingkan pengguna ponsel pada umumnya.
"Kami menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel dalam jangka panjang tidak aman bagi pengguna," kata RB Dubey, salah satu peneliti, yang dikutip VIVAnews dari TG Daily,
Sebelumnya, telah ada kurang lebih 11 studi jangka panjang yang meneliti tentang risiko penggunaan ponsel, dan semuanya mempunyai hasil yang berbeda-beda. Awal tahun ini, hasil studi Interphone yang dilakukan selama 10 tahun mengungkapkan bahwa pengguna ponsel dengan tingkat pemakaian tinggi berisiko terkena serangan tumor otak.
Namun, penelitian lain yang dipimpin profesor Lennart Hardell hanya sebatas mengatakan ada peningkatan risiko yang substansial bagi pengguna ponsel.
Untuk diketahui, saat ini, terdapat studi jangka panjang lain yang masih berlangsung di Eropa dan membutuhkan waktu 30 tahun untuk membuat kesimpulannya.
Sesungguhnya tim riset Dubey telah mengintegrasikan data riset yang dikumpulkan Interphone dan Hardell. "Dan, hasilnya diketahui: pengguna ponsel jangka panjang dapat melipatgandakan risiko pengembangan glioma atau neuroma akustik, tumor jinak yang melibatkan sel selubung mielin di sekitar saraf kranial kedelapan," paparnya. "Lalu, kemudian tumor ini akan berkembang dan meluas ke belahan otak terbuka."
Sayangnya, hasil penelitian ini belum dipublikasikan oleh Dubey. Hanya diketahui sekitar 15-20 kasus tumor otak ditemukan dari 100.000 penduduk terjadi di wilayah Amerika Serikat. Dan, radiasi gelombang mikro bukanlah satu-satunya penyebabnya.
Tetapi, kebanyakan studi memang membuktikan bahwa sinyal radio yang terpancar dari ponsel diserap hingga dua inci ke dalam tengkorak kepala orang dewasa, dan tentu saja lebih dalam pada tengkorak anak-anak.
Di Amerika Serikat, para periset telah meminta pemerintah untuk memerhatikan isu ini dan segera mengambil langkah untuk merevisi standar yang dipakai untuk pemancaran gelombang mikro

21 November 2010

Bahaya Jus Kemasan

Apakah Anda penyuka jus jeruk kemasan atau minuman bersoda? Sebuah penelitian University of Boston mengungkap, konsumsi dua jenis minuman itu dapat meningkatkan risiko menderita asam urat.
Seperti dikutip dari Daily Mail, konsumsi jus jeruk kemasan miniman dua kali sehari memingkatkan risiko 2,5 kali mengidap asam urat. Bahkan, konsumsi satu gelas jus jeruk meningkatkan risiko sebesar 40 persen.
Sementara wanita yang memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda memiliki risiko 70 persen menderita asam urat. Penelitian untuk mendukung pentingnya mengurangi asupan fruktosa itu dilakukan dengan menganalisa kebiasaan diet 80 ribu wanita usia lebih 22 tahun.
Dalam penelitian itu terungkap bahwa kadar gula buah atau fruktosa yang tinggi dalam dua jenis minuman itu menjadi faktor utama pemicu peningkatan risiko asam urat. Kandungan fruktosa memicu limbah dalam darah yang berdampak buruk bagi persendian dan otot.
Penelitian itu menjadi penting bagi masyarakat Inggris yang terbiasa mengasup jus jeruk kemasan atau minuman bersoda dalam pola diet mereka. Asam urat sudah menyerang 1,5 persen warga Inggris. Meski mayoritas penderita pria, amun, jumlah kasus pada wanita meningkat dua kali lipat dalam 20 tahun terakhir.
Dalam penelitian sebelumnya, tim berhasil memetakan penderita asam urat yakni, 3,5 persen diderita wanita berusia 60-69 tahun, 4,6 persen kelompok usia 70-79 tahun, dan 5,6 persen dari mereka usia lebih 80 tahun.

20 November 2010

Kurang tidur bisa picu diabetes

Yang mendorong timbulnya diabetes adalah tingginya kandungan gula dalam darah. Penyebabnya bukan hanya konsumsi gula berlebih, tapi juga pola makan tinggi kalori, berat badan berlebih, serta pola hidup yang kurang aktif.
Seperti dikutip dari Times of India, studi Warwick Medical School dan State University of New York, Buffalo, mengungkap bahwa durasi tidur kurang dari enam jam setiap malam meningkatkan risiko tiga kali lipat mengidap diabetes dan penyakit jantung.
Studi itu menunjukkan, durasi tidur yang pendek terkait dengan peningkatan risiko pra-diabetes, yang dikenal sebagai incident-impaired fasting glycaemia (IFG).
IFG merupakan kondisi tubuh yang tidak mampu lagi mengatur kadar glukosa secara baik dalam tubuh. Orang dengan IFG memiliki risiko lebih besar terkena diabetes tipe 2 dan mengalami peningkatan risiko mengidap penyakit jantung dan stroke.

Penelitian dilakukan dengan menganalisa data medis 1.455 partisipan yang dibukukan Western New York Health Study selama enam tahun. Data itu menunjukkan, seluruh partisipan memiliki rentang usia 35-79 tahun.
Seluruh partisipan telah melewati uji klinis yang mencakup pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan. Mereka juga menjawab kuesioner tentang kondisi kesehatannya secara umum, dan pola tidur. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Annals of Epidemiology.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting